Background
Dari judul aja mungkin udah ngenes, nyindir, atau bahkan ngomong sama diri sendiri.
Tapi percayalah, aku tidak akan menyakiti hati siapapun.
Hahahaha..
PHP sekarang lagi nge-hits bagai lagu Taylor Swift, We Are Never Ever Getting Back Together.
PHP menjamur, bagai Tomcat beberapa saat yang lalu.
Kecil sih keliatannya, tapi membakar.. *ehaaak*

Q: PHP itu apasih qaqa?

Ehm, duh?
sumpah itu pertanyaan gak 2013 sekali.
PHP kepanjangannya..

PENYAKIT HATI PATAH

ehm maaf..

PEMBERI HARAPAN PALSU

Whahahah kenapa harus di-bold dan disorot?
Karena yah.. PHP memang bikin sakiiiiiiiiiiiiit.
Memberikan secercah harapan, tapi ujung-ujungnya..
Pergi tanpa jawaban yang jelas *ehak*

Bukannya berbicara layaknya pro sih, tapi..
Ya memang korban PHP ini banyak.. 
Dan terlampau banyak juga jenis kategorisasi-nya.
Tapi yang kali ini...

Masalah PHP cinta aja kali ya?
Ehem.

Well.. Mari kita mulai.

Q: Kak, PHP itu dimulai sejak kapan ya kak? Penemunya? Tahunnya?

Oke, dek..
Ini bukan soal ujian IPS jadi..
GAK GITU JUGA KALEEEEEE.

PHP itu dimulai sejak sepasang manusia berinteraksi, memberikan kesempatan dan hal yang menyakitkan lainnya..
MENINGGALKANNYA PERGI TANPA ALASAN YANG JELAS.

Penemunya? Cari aja sendiri disamping kamu dek..
Tahunnya?
Ehem korban PHP ditanyaa tuuuuh MANA SUARANYAA WOOOOOOO?

Q: Alasan apa sih kak yang buat si pelaku PHP ini tega?? :')

Alasan..
Yah bermacam macam, dek.
Contoh:

1. Si korban PHP terlalu memberikannya kenyamanan dan kasih sayang, jadinya si pelaku PHP gak mau usaha dan menganggap dia telah mendapatkan apa yang ia mau.

2. Si pelaku PHP memang niat awalnya hanya memanfaatkan, yah.. gitulah dek.

3. Si pelaku PHP, udah punya pacar. Jadinya, gak tega mutusin tapi.. gak bisa juga putusin. Hahahhahaha.

Q: Bang, apa contoh kejadian PHP yang paling ngenes :')

Ini nih..

A: Nad, kita kan udah dekat lama.. kamu cuman ngangap aku temen ?
B: Yah.. ehm. udah makan?
A: Cepetan laaaah.
B: *tidak dibalas*

*beberapa jam tidak smsan*

A: Aku sayang kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku? Aku bakal jaga dan lindungin kamu kok..
N: *speechless* Serius? Iya.
B: *gak balas*
A: Nas? serius itu tadi ?
B: Sori dibajak.

Yah.
"In another life
I would be your girl
We'd keep all our promises
Be us against the world

In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away"

Katy Perry - The One That Got Away

Who knows this feeling?
Or probably, have you ever feel this way?
Terlepas dari lirik "....girl"-nya..
Lagu ini.. Mungkin menjadi theme-song dari beberapa orang.. sebagian orang.. SELURUH orang di muka bumi.

I know we dont talk about song review..
But for god's sake..
Lagu ini udah menceritakan segalanya.

Pernah gak sih kamu ngerasain bahwa orang yang ada disamping kamu..
Orang yang kamu suka..
Adalah orang yang tepat sampai kamu...
Kuliah?

Adalah orang yang tepat sampai kamu...
Menikah?

Adalah orang yang tepat sampai kamu....
Tua?

Bahkan..
Adalah orang yang tepat sampai kamu...
Tiada?

Yes, semua orang pasti yakin dengan first option nya yang terkadang..
Looks like.. so convincing!

Memang manusia...
Sampai sampai orang yang lebih baik, jauh lebih baik tampak tidak ada apa apanya didepan matanya.

Misalnya, contoh paling dekat?
Beli handphone.

Sekarang, kamu bilang hape pilihan kamu itu kameranya tiga, layarnya bisa dilipat lipat, keypadnya bisa digoreng bisa digulai sehingga hape yang lain itu.. 
Tidak ada apa apanya!

Tapi lihat!!
Saat membandingkan dengan temannya, malah kameranya delapanbelas, layarnya bisa digunting gunting, dan keypadnya bisa hilang..
Semua keyakinan bahwa hapenya lah yang terbaik..
Hilang dan..
Ingin ganti hape baru.

HAHAHHAHAHA
funny example but..
Kamu bisa ubah ke kehidupan sehari hari.

Nah..
The one that got away..
Kita pernah gak merasa..

Bahwa pilihan kita tadi..
Yang telah kita ganti dengan pilihan yang lain..
Malah ternyata..
Adalah pilihan yang SANGAT AMAT TEPAT untuk kita.

Ya, seakan akan kita melepaskannya begitu saja..
The one that got away.

Haruskah kita kehilangannya terlebih dahulu..
Lalu merasa bahwa itulah pilihan terbaik?

Haruskah kita mencoba 100.000.000.000.001 pilihan..
Lalu sadar kalau pilihan pertamalah yang terbaik?

Ya, memang tidak ada clue untuk itu..
But guys, life isnt like a movie.

Terkadang pilihan terbaik tadi..
Yang telah kita sia siakan telah pergi?

Ya bisa saja pergi ke orang lain, atau kemungkinan terburuk..
Meninggalkan kita selama lamanya?

Wah, there's no UNDO or whatever like that in our life!!!!
Ya..

Once she/he got away..
Kamu hanya bisa menerima.

Mau kamu teriak teriak, or whatever..
Judulnya aja udah..

"the ONE that GOT AWAY"

Jadi...
Antisipasi lah.

Jangan sampai orang yang sangat amat menyayangi kamu..
Kamu sia siakan hanya karena..
Wajahnya jelek? Miskin? Tidak punya mobil?

Guys, life is change..
Dan hidup akan berputar layaknya roda.

Jangan sampai kamu menyesal dan ingin memutar waktu..

Ya...

Ini untuk kamu, sayang..
Maybe i'm not the right one for you..

But, keep hoping..
I'm not the one for you..

Yang harus got away..


:)
  
"Lihat jam mu sekarang!"
"Lihat kalender, woy!"
Segerombolan kawan-kawan yang masih kelas satu SMPmencoba berebut melihat kalender di hape kecil.
Bodoh bukan?
Sementara mereka sendiri memegang hape masing-masing.
Itu dulu, saat mereka masih bersama-sama.
Dengan masalah masing-masing, dan dalam satu piring.
Dikala Miso masih berdiri tegak, penjual Batagor pun masih eksis.
Dan mereka masih dalam baju SD masing masing.
Dan buta senioritas.
Mencoba menyelinap dikerumunan masa yang mencari makan.
Jika pun pulang, ntah apa yang dilakukannya.
Itu semua berlangsung Mei, 2012.
Sekarang, 18 June 2013.
Hampir setahun dan kebahagiaan itu datang dan pergi.
Ada dan tiada.
Ramai dan sepi.
Asli dan palsu.
Senang dan susah.
Sekarang bahkan aku hanya punya teman dalam hitungan jari.
Teman-temanku dulu hanya kutemui sekali sekali.
Yang dulu rebut rebutan baris, kursi, pot bunga, batagor, jagung, uang, topi.
Yang dulu makan makan tiap sore.
Kini hanya berteriak
"Hai!"
Sepulang sekolah, sekali dua hari.
Bahkan tiga hari?
Hanya berpapasan di kantin.
Dan yang dulu orang tak dikenal, berubah menjadi teman sepergaulan.
Yang dulu teman dekat.
Berubah dan mencoba seperti orang tak dikenal.
Bagaimana?
Bisa saja kan?
Everybody's changing, like what i said before.
The first, turn to be the second, third, and last.
Yang dulu ada, kini tiada.
Yang dulunya hebat, kini biasa.
Yang dulunya biasa, kini hebat.
Yang dulu satu, kini terpecah.
Yang dulu terpecah, kini satu.
Hanya bisa berharap pada waktu, agar tak terlalu kejam.
Bahkan untuk mengingat ingat lagi pun aku tak mau.
Dikala kau tak ingin kenangan indah dulu dibandingkan dengan sekarang.
Seperti itupula lah.
Keadaan dimana kau menyalahkan waktu, matahari, jam, kalender, detik.
Dan like what i said..
Teman bisa jadi musuh dan musuh bisa jadi teman.
Terlihat asli, bisa jadi terlihat palsu.
Because everybody's changing, prepare.