Everybody's changing.
"Lihat jam mu sekarang!"
"Lihat kalender, woy!"
Segerombolan kawan-kawan yang masih kelas satu SMPmencoba berebut melihat kalender di hape kecil.
Bodoh bukan?
Sementara mereka sendiri memegang hape masing-masing.
Itu dulu, saat mereka masih bersama-sama.
Dengan masalah masing-masing, dan dalam satu piring.
Dikala Miso masih berdiri tegak, penjual Batagor pun masih eksis.
Dan mereka masih dalam baju SD masing masing.
Dan buta senioritas.
Mencoba menyelinap dikerumunan masa yang mencari makan.
Jika pun pulang, ntah apa yang dilakukannya.
Itu semua berlangsung Mei, 2012.
Sekarang, 18 June 2013.
Hampir setahun dan kebahagiaan itu datang dan pergi.
Ada dan tiada.
Ramai dan sepi.
Asli dan palsu.
Senang dan susah.
Sekarang bahkan aku hanya punya teman dalam hitungan jari.
Teman-temanku dulu hanya kutemui sekali sekali.
Yang dulu rebut rebutan baris, kursi, pot bunga, batagor, jagung, uang, topi.
Yang dulu makan makan tiap sore.
Kini hanya berteriak
"Hai!"
Sepulang sekolah, sekali dua hari.
Bahkan tiga hari?
Hanya berpapasan di kantin.
Dan yang dulu orang tak dikenal, berubah menjadi teman sepergaulan.
Yang dulu teman dekat.
Berubah dan mencoba seperti orang tak dikenal.
Bagaimana?
Bisa saja kan?
Everybody's changing, like what i said before.
The first, turn to be the second, third, and last.
Yang dulu ada, kini tiada.
Yang dulunya hebat, kini biasa.
Yang dulunya biasa, kini hebat.
Yang dulu satu, kini terpecah.
Yang dulu terpecah, kini satu.
Hanya bisa berharap pada waktu, agar tak terlalu kejam.
Bahkan untuk mengingat ingat lagi pun aku tak mau.
Dikala kau tak ingin kenangan indah dulu dibandingkan dengan sekarang.
Seperti itupula lah.
Keadaan dimana kau menyalahkan waktu, matahari, jam, kalender, detik.
Dan like what i said..
Teman bisa jadi musuh dan musuh bisa jadi teman.
Terlihat asli, bisa jadi terlihat palsu.
Because everybody's changing, prepare.



Posting Komentar